13 Jan 2016

Cahaya


Allah pemberi cahaya langit dan bumi
Perumpamaan cahayaNya
Seperti lubang yang tidak tembus yang di dalamnya terdapat pelita besar,
Pelita itu di dalam tabung kaca,
Tabung kaca itu bagaikan bintang berkilauan
Yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi
Pohon zaitun yang tumbuh tidak di timir dan tidak pula di barat,
Yang minyaknya saja menerangi walaupun tidak disentuh api.
CAHAYA atas CAHAYA,
Allah memberi petunjuk dgn CahayaNya bagi orang dikehendaki
.....
24:35



"Adik. U punya kereta ke? U dapat 'copy lesen ke' ?"
" (ape hal pula pak cik ni)"
"Dari tadi i angkat tangan suruh u buka lampu. Kenapa tak buka? Jimat battery ke. Kalau ye pun bukala lampu, ni malam bukan siang, kalau siang tak pe la juga. Berhati hatila dijalan raya..." And panjang lagi 'seloroh nasihat sinis' nya.
-malu.muhasabah.refleksi-

Allah akan beri petunjuk kepada siapa yang dikehendaki
Meskipun semua orang tahu hakikat itu, dan tahu juga cahaya itu drpd al quran etc. tapi ramai yang leka .lupa nak guna, atau tak perasan, tak tahu, atau malas.
If tak buka lampu kereta, mungkin, mungkin selamat perjalanan.
Tapi if tak guna petunjuk dari Allah, atau tidak berusaha utk guna, mohon petunjuk dariNya, U will LOST! 
Pasti.
Walaupun 'nampak bahagia' di dunia.


Buka lampu.jangan bergelap.bahaya di dunia.menyesal di akhirat.




19 Jan 2013

again...




Kesekian kalinya…

Kesekian kalinya pagi disambut kelesuan wajah
Kesekian kalinya isra’ dilalui dalam lena
Rezeki yang dipohon pembuka bicara kehidupan
Ditutup sayu oleh penagihnya
Entah mengapa penyesalan yang bertandang bagaikan tidak berpenghujung
Tidak memecu pengislahan kehidupan

Kesekian kalinya senyuman diukir melebih penghadangnya
Kesekian kalinya hilaian tawa turut menyeling
Mengharap tenang dalam ketulusan jiwa
Namun diasak kerakusan nafsu
Entah mengapa penyesalan yang bertandang bagaikan tidak berpenghujung
Tidak memecu pengislahan kehidupan

Kesekian kalinya lagu ‘kehidupan’ dimainkan
Kesekian kalinya dendangan dinyanyikan berentak sinis
Meskipun hidup mendamba kedamaian
Gendangan dipalu makin menggema
Entah mengapa penyesalan yang bertandang bagaikan tidak berpenghujung
Tidak memecu pengislahan kehidupan

Kesekian kalinya tirai dilabuh mengharap pasti
Kesekian kalinya kemenangan kelak dihajati
Riak langkah seharian terlalu tempang
Alpa diri menghisab detik
Entah mengapa penyesalan bertandang bagaikan tidak berpenghujung
Tidak memecu pengislahan kehidupan


Apakah cukup sekadar penyesalan tanpa penghujung?
Hanya dari al-khaliq, pena menari…
Dipohon rentak menelusuri jiwa..
Andai tidak,
Khilafku, maafkanlah..

29 Aug 2012

selamat kembali


Bismillahirahmanirrahim..

sudah terlalu lama tak menulis di sini. sangat. setahun ++, rasa kaku nak menaip, dengan rupa bentuk blogger yang agak berubah apatah lagi.. idea yang asalnya mencurah-curah pun agak malu-malu nak mengalir.. tup tap.satu-satu papan kekuci ditekan. sangat perlahan.keras.kaku. kenapa???

masa yang panjang...


"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah MASA YANG PANJANG atas mereka lalu hati mereka menjadi KERAS. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." al hadid; 16.

kredit

ya, masa yang panjang akan mengeraskan.
macam main masak-masak kan, bila agar -agar dipanaskan ia akan cair, dan bila dibiarkan lama... ia akan mengeras.
macam jambangan mawar kan, bila dibiarkan lama ia akan mengering dan keras.
macam kita bila belajar, bila buku diletakkan indah diatas rak dengan diselimuti habuk, maka akan terasa keras bila nak mula menghafal,
macam hubungan sesama insan, bila dah lama tak berhubung,maka akan kaku bila bertemu kembali.
macam 'orang yang dah lama tak update blog, bila ia dibiarkan bersawang, maka jari yang nak menaip pun akan menjadi keras '.huh.


apatah lagi HATI..
Hati yakni raja di dalam hati.Apabila hati tak diberikan hak hak nya, tidak dipenuhi tuntutannya, maka hati ini juga akan berubah menjadi keras.Hati yang keras akan hilang sensitivitinya terhadap kemungkaran yang berlaku di sekeliling, akan kurang keterujaannya untuk beribadah, akan semakin pudar kemanisan iman yang dirasai.
Natijahnya akan melahirkan manusia-manusia kaku yang hanya bergerak menyelusuri kitaran hidup normal tanpa iltizam untuk mencapai matlamat hidup, tanpa semangat & cita untuk menegakkan agamaNya.. mereka bagaikan  'zombi kampung boyan'...

“Wahai orang yang berselimut!
Bangunlah serta berilah peringatan dan amaran (kepada umat manusia).
Dan Tuhanmu, maka ucaplah dan ingatlah kebesaranNya!
Dan pakaianmu, maka hendaklah engkau bersihkan.
Dan segala kejahatan, maka hendaklah engkau jauhi.”
(Al-muddathir:1-5)

BANGUNLAH DARIPADA KEREHATANMU..


Kerehatan yang panjang adalah 'pembunuh' seorang daie.

tulisan ini didedikasikan khas untuk diri saya sendiri.terima kasih. dan juga bagi mereka yang mengalami 'perjalanan hidup' yang hampir serupa..SELAMAT KEMBALI...

ikatan pelajar islam seratas: IPIS